Mulai Asma Hingga Penyakit Bell’s Palsy, Ini Bahaya Kipas Angin yang Bisa Mengancam Anda Kapan Saja

Di suhu tropis seperti Indonesia, kipas angin menjadi primadona bagi masyarakat menengah ke bawah sebagai pilihan untuk menyejukkan kamar atau rumah mereka. Harga yang cukup terjangkau membuat masyarakat kadang lengah akan bahaya kipas angin yang mengintainya sehari-hari. Padahal bila digunakan terus menerus, kipas angin tidak lagi bermanfaat bagi tubuh, tetapi justru menimbulkan sejumlah penyakit.

Setiap keluarga di Indonesia mungkin saja memiliki satu atau dua kipas angin di rumah mereka. Kipas angin ini kadang disimpan di ruang keluarga, ruang tamu, bahkan di kamar-kamar pribadi. Sayangnya karena penggunaan yang sudah cukup lama terhadap kipas angin, banyak orang-orang yang mulai memiliki ketergantungan tanpa menyadari banyaknya bahaya kipas angin tersebut.

Mereka yang sudah ketergantungan dengan kipas angin kadang merasa kepanasan dan bahkan tidak bisa tidur tanpa menggunakan kipas angin ini. Belum lagi penggunaannya pada anak kecil. Anak kecil yang sangat suka dengan sesuatu yang dingin, biasanya membuka bajunya saat tidur demi memaksimalkan hawa kipas angin yang masuk. Pengawasan pada orang tua tentu akan sangat diperlukan dalam hal ini.

Namun tahukah Anda, ada berbagai bahaya kipas angin yang bisa menghadirkan sejumlah penyakit serius apabila Anda terpapar cukup kuat setiap harinya. Berikut adalah ulasan bahaya kipas angin yang mulai bisa Anda hindari sejak dini.

Penyebab Dehidrasi

Seorang dokter ahli syaraf sempat mengeluarkan suatu pernyataan bahwa tubuh manusia bisa mengalami kekeringan ketika dia terpapar udara dingin atau berada di dalam ruangan yang dingin dalam kurun waktu yang cukup lama. Sebab air yang ada di dalam tubuh manusia tersebut akan diserap oleh udara dingin tersebut.

Air dalam tubuh manusia berfungsi untuk menjaga kelembabannya, maka ketika air tersebut diserap yang terjadi adalah kekeringan atau dehidrasi. Kejadian ini sangat aplikatif pada pengguna rutin kipas angin. Biasanya mereka akan terbangun dengan keadaan haus atau dehidrasi.

Infeksi Saluran Pernapasan (Asma)

Efek negatif dari kipas angin selanjutnya adalah asma. Apabila Anda menderita penyakit ini, disarankan untuk tidak sekali-kali mencoba kipas angin meskipun Anda merasa sangat kepanasan. Karena kerja kipas angin yang hanya memutar angin di dalam ruangan tertentu, maka penggunanya akan cepat merasa sesak ketika menghirupnya.

Bagi penderita asma, ketika Anda merasa panas dan berkeringat, Anda bisa mengeringkan badan Anda dengan menggunakan handuk daripada harus menggunakan kipas angin. Sedangkan untuk Anda yang tidak memiliki riwayat penyakit asma, Anda bisa meminimalisir penggunaan kipas angin atau rutin membersihkannya setiap bulan demi mencegah penyakit tersebut.

Tubuh Kaku dan Pegal-Pegal

Pernahkah Anda terbangun di pagi hari dalam keadaan tubuh kaku atau pegal-pegal, sedangkan tidur Anda cukup dan posisi tidur Anda aman? Itu bisa jadi disebabkan karena penggunaan kipas angin semalam suntuk. Apalagi ketika Anda mengarahkan kipas angin tersebut tepat di depan badan Anda.

Jika tidak ingin berlarut-larut, Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk tidak menggunakan kipas angin lagi ketika ingin tidur. Atau jika Anda sudah sangat ketergantungan, Anda bisa menguranginya dengan memantulkan angin dari kipas Anda ke dinding kamar agar tidak langsung mengenai badan Anda. Sekali lagi, jangan malas membersihkan kipas angin Anda yang sudah berdebu.

Memicu Iritasi Sinus

Tidur dengan kipas angin yang menyala dan terpapar langsung dengan tubuh memang memiliki banyak efek buruk. Salah satunya adalah iritasi sinus. Karena kipas angin memutar angin di dalam ruangan, ia tentu dapat mengeringkan dengan cepat saluran hidung Anda juga. Tubuh Anda menjadi rentan dan hidung Anda bisa mengalami penyumbatan.

Alangkah tidak nyamannya bangun di pagi hari dengan hidung yang tersumbat dan kepala yang sakit akibat sinus. Apa yang harus Anda perhatikan adalah jarak antara kipas angin dengan wajah Anda ketika ingin tidur di malam hari. Usahakan jangan mengenai hidung atau bagian leher. Tempatkan kipas angin dalam jarak yang aman.

Masuk Angin

Mungkin penyakit ini yang paling banyak diderita oleh orang yang rutin menggunakan kipas angin. Bayangkan bila Anda harus terbangun hanya gara-gara perut yang melilit. Ini bisa jadi disebabkan karena bagian perut Anda terpapar angin dari kipas secara terus menerus dalam semalaman.

Betapa malasnya tentu saja ketika harus bolak-balik ke toilet saat di kantor atau di sekolah karena masuk angin. Maka dari itu, sebaiknya Anda mulai menjauhkan kipas angin dari bagian perut Anda. Apalagi bagi Anda yang memiliki perut sensitif. Anda bisa saja memantulkan angin dari kipas Anda ke tembok untuk menghindari paparan langsung angin tersebut.

Memunculkan Alergi Debu

Bagi Anda yang semula tidak memiliki alergi terhadap debu, jika menggunakan kipas angin secara rutin maka Anda juga akan mendapatkan alergi tersebut. Bagaimana tidak, fungsi kipas angin hanya memutar angin di dalam ruangan Anda. Angin itulah yang akan Anda hirup ketika tidur dan sebagainya.

Belum lagi jika kipas angin Anda sudah berdebu dan Anda malas membersihkannya. Maka dijamin, alergi debu akan segera mendatangi Anda. Sebaiknya Anda jangan malas membersihkan kipas angin untuk menghindari alergi ini. Debu yang dihisap oleh kipas angin sangat tidak baik bagi hidung dan kesehatan Anda. 

Kulit Akan Terasa Lebih Kering

Anda mungkin akan terkejut ketika terbangun dan menyadari bahwa ada yang salah dengan kulit Anda. Paparan kipas angin secara langsung dalam semalam suntuk memang bisa menjadi penyebab kulit menjadi lebih kering seperti yang Anda alami. Tidak hanya menjadi lebih kering, tetapi juga lama kelamaan akan mengelupas ketika sudah terlalu parah.

Menyetel kipas angin dengan kecepatan tinggi memang dapat dua kali lipat menyerap kelembaban tubuh yang Anda miliki. Alhasil itu akan berdampak pada kulit kering yang segera Anda sadari begitu memerhatikan kulit Anda dengan baik. Hindarilah kipas angin sebisa mungkin jika tidak ingin mengalami hal tersebut.   

Memunculkan Bell’s Palsy

Penyakit yang satu ini mungkin belum terlalu tenar di kalangan masyarakat awam. Bell’s Palsy adalah penyakit muncul secara tiba-tiba untuk melumpuhkan otot wajah hingga salah satu sisinya jika diperhatikan secara baik akan nampak melorot. Meskipun lebih sering disebabkan oleh virus, namun nyatanya penyakit ini juga bisa hadir karena pemakaian kipas angin yang berlebihan.

Kipas angin yang Anda miliki sebenarnya memproduksi angin dengan suhu yang dingin. Ketika kipas angin tersebut menerpa wajah Anda sepanjang malam, maka lama-lama wajah Anda akan terasa dingin dan bisa saja Anda akan mengalami penyakit saraf yang satu ini. Untuk menghindari rasa panas saat tidur, Anda bisa belajar untuk membuka jendela dan membiarkan angin alami masuk ke kamar Anda.

Nah, itulah tadi berbagai bahaya kipas angin yang bisa Anda hindari mulai sekarang. Jika belum bisa menghentikan pemakaian secara permanen, Anda juga dapat menguranginya secara perlahan. Misalnya ketika Anda tidak bisa tidur dalam keadaan panas, Anda bisa mencoba mandi dengan air yang cukup dingin sebelum Anda tidur. Selain itu cobalah dengan berbaring tanpa menggunakan selimut.

Tetapi bila Anda mau merasakan dingin alami, membuka jendela dan memasang anti nyamuk bisa dijadikan alternatif pilihan juga. Selain itu, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa untuk mengusir hawa panas ketika akan tidur, Anda bisa mengambil kompres perut dan mengisinya dengan air dingin lalu diletakkan di bawah bantal atau pun guling. 
Alternatif tersebut layak Anda coba jika tidak ingin merasakan bahaya kipas angin yang bukan hanya bisa menghinggapi Anda, tetapi juga keluarga dan orang-orang yang Anda sayangi.